Langsung ke konten utama

Tentang Writer's Block

Selamat Datang di blog saya, di sini semua hal berbau literasi akan melintas dan dibahas.

Untuk postingan blog saya yang pertama ini akan membahas perihal writer's block.
Saya terangkan bahwa tidak semua orang tahu apa writer's block itu sendiri, karena istilah ini berkaitan erat dengan dunia tulis menulis sebuah karya sastra. Bahkan, writer's block itu sendiri sering dianggap tidak nyata bagi sebagian orang yang mengetahui. Saya ceritakan, pada mulanya saya pun tidak percaya, tetapi setelah mengalami sesuatu yang bisa saja disebut writer's block itu sendiri saya percaya akan adanya fenomena ini.

Selanjutnya, apa sih writer's block itu sendiri? Menurut saya, writer's block adalah masa atau kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk menulis atau kehilangan ide untuk membuat naskah tulisan baru, atau bahkan keadaan di mana kita tidak bisa melanjutkan suatu karya tulisan tertentu. Hal ini jelas sangat merugikan, apalagi bagi mereka yang tidak pernah mempersiapkan akan datangnya masa writer's block. Saya pernah mengalami fenomena ini hingga saya hiatus dari kesibukkan sampingan saya, yaitu menulis. Rasanya kita seperti kehilangan arah, dan ini benar-benar fatal juga merugikan.

Kerugian yang benar-benar saya rasakan adalah saya merasa bersalah pada diri sendiri dan naskah yang sedang saya hadapi, selanjutnya saya sedikit depresi karena bagaimanapun juga menjadi seorang yang tidak memliki secercah ide dan pemikiran itu benar-benar membosankan. Lantas apa yang saya lakukan saat mengatasi writer's block? Saya akan menceritakan pada kalian apa yang saya lakukan untuk membuang writer's block ini. Pertama, saya melakukannya dengan membiarkan virus ini berdiam dalam diri saya. Ketika sudah cukup mendalami, dan virus ini masih saja tinggal, saya bangun motivasi, motivasi itu bisa datang dari diri sendiri ataupun orang-orang di sekitar kita. Kemudian kita bisa mencoba untuk merangkai kata dengan mencari berbagai inspirasi, sekali saya katakan inspirasi bisa datang dari mana saja. Contoh saja saya, saya biasanya mengorek inspirasi dengan mendengarkan musik dan mendalami setiap lirik lagunya, menonton film, menggambar, makan makanan manis dan pedas, juga berkeliling ke tempat-tempat sekitar. Setelah itu biasanya writer's block sudah bisa tersingkirkan apalagi jika di dampingi oleh tekad dan niat yang baik untuk senantiasa berkarya.

Saya dan mungkin juga kalian berpikir darimana asalnya si writer's block ini? Apa penyebabnya? Kenapa kita bisa terserang virus merugikan ini? Saya akan menjelaskannya pada kalian. Setelah saya melakukan riset berkat pembuatan artikel mengenai writer's block beberapa yang lalu, dan saya usut juga kejadian-kejadian sebelum saya terkena writer's block saya nyatakan ada beberapa hal yang mendasari kita terkena virus ini. Pertama, karena kesibukkan dan sulitnya mengatur waktu. Tidak perlu jauh-jauh, saya sebagai seorang pelajar sulit sekali mengatur waktu, pagi sampai sore sekolah dan sore sampai malam mengerjakan tugas sekolah, lalu tidur dan paginya kembali sekolah. Hal itu rasanya seperti sedikit demi sedikit mengikis otak dan isinya secara perlahan. Yang kedua ketidak puasan dan tuntutan sempurna, hal ini biasanya menghampiri mereka yang masih awam seperti saya juga. Ketidakpuasan akan karya yang kita buat sendiri membuat otak malas untuk terus bekerja, sementara itu tuntutan sempurna bagi saya jelas merugikan karena dalam otak kita, kita harus  memproduksi sebuah karya yang memukau nan rapi dengan berbagai pertimbangan semacam EBI, unsur tulisan, dan lain-lain. Itu sangat membebani otak, sehingga akhirnya kita memilih untuk terus belajar dan bukannya menulis. Terakhir, hormon dan emosi yang diproduksi dalam tubuh kita, hal ini sangat berpengaruh sekali. Sebab, kita biasanya menulis suatu karya pun berdasarkan mood. Perlu saya camkan bagi kalian yang moody, usahakanlah untuk menghilangkan hal tersebut sehingga kalian tidak rugi.

Baik sekian pembahasan mengenai writer's block, intinya kalau kita diiringi niat baik dan semangat, kita senantiasa bisa lancar dalam berkarya. 

Terimakasih, sampai jumpa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When I See : Kita yang Perlu Menyesuaikan Diri

Selamat datang kembali, selamat menikmati bacaan ini. Kali ini saya akan membahas sesuatu yang seringkali membuat pemikiran saya penuh. Tentang hidup, mimpi, lingkungan, bahkan manusia. When i see, ketika saya melihat sesuatu yang mampu menarik perhatian saya. Kemarin saya melihat seorang remaja laki-laki ketika saya tengah ditugaskan berjaga di salah satu gerai buku milik sekolah saya. Kebetulan gerai tersebut berada di bagian depan sekolah, dindingnya terbuat dari kaca sehingga seringkali kita dapat melihat keadaan di sekitar, di luar area sekolah bagian depan, tepatnya jalanan dan bangunan Sekolah Luar Biasa. SLB itu terdapat di seberang sekolah saya. Sudah dua tahun saya seringkali memerhatikan gedung itu beserta para penghuninya. Tidak ada sesuatu yang berbeda, semuanya sama. Tapi tidak dengan hari itu. Ketika gerai buku yang saya jaga sepi, tidak ada pengunjung, saya memilih untuk duduk dan membaca buku. Diam-diam perhatian saya tersedot oleh seorang remaja la...